Assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh , salam sejahtera bagi kita semua , 15 sept 2019 acara pengecoran masjid , bila mna bpk ibu ada rejeki berlebih se
Namundi zaman yang serba repot seperti sekarang ini, adanya gotong royong ataupun kerja bakti sudah sangat jarang kita jumpai. Untuk meningkatkan budaya gotong royong, sebenarnya banyak usaha yang dapat dikerjakan oleh pemerintah ataupun oleh instansi-instansi khusus lainnya. di antara perumpamaannya seperti karena adanya jumat bersih, yakni
LAPORANPELAKSANAAN KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) KELOMPOOK 16 DI DESA SUNGAI MERIAM KECAMATAN ANGGANA KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2019. by Miftahul Khoir. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. Oleh: UNIT-KL 402 PUSAT KULIAH KERJA NYATA (KKN. by Pradita Maharani.
Programjambanisasi gotong royong bangun jamban sehat bagi warga yang membutuhkan.
SerahTerima PPDB tahun ajaran 2022-2023 berlangsung dengan baik dan lancar di Kantor Yayasan Mi'rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta 4/8/22 Serah Terima dari ketua panitia PPDB kepada pimpinan lembaga dari TK, SD, MD SMP, SMA dan Pondok Pesantren disaksikan langsung oleh Ketua Yayasan Mi'rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta Kyai H. Muhammad Suhaidi.
BOYOLALI(jatengtoday.com) - Warga Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, bergotong royong memperbaiki dan merawat Masjid Ciptomulyo peninggalan Pakubuwana X. Masjid tersebut sampai sekarang masih kokoh berdiri meski sudah berusia 114 tahun. Takmir Masjid Ciptomulyo, Achmadi Harjono (77), mengatakan bahwa selama ini perbaikan dan pemeliharaan masjid lebih banyak dilakukan
GotongRoyong di Masjid Nglorong 27 Januari 2020 05:32:18 WIB. Pada hari sabtu 25 Januari 2020 di Masjid Al Munawaroh Nglorong diadakan kerja bakti renovasi pintu dan jendela masjid. Kegiatan ini di laksanakan pada malam hari karena pada siang hari banyak bapak - bapak yang bisa menangani kegiatan tersebut sibuk dengan pekerjaanya sendiri
KumpulanBerita ANTARA News menyajikan informasi terkini tentang gotong royong untuk bangkit di Indonesia dan dunia
BXPP. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Banda Aceh - Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII Kota Banda Aceh melaksanakan gotong royong di lingkungan masjid Al Mukmin, Desa Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Selasa 21/3.Kegiatan ini melibatkan 50 warga untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal agar bersih dan nyaman terutama dalam menghadapi datangnya bulan suci ramadhan. "Sejak pagi semangat warga sudah terlihat dalam mengikuti gotong royong ini dengan membawa peralatan masing-masing," kata Pembina DPD LDII Kota Banda Aceh, Misroni, Selasa 21/3. Ia mengatakan, gotong royong dilakukan dengan menyasar lokasi yang perlu dibersihkan, mulai dari saluran air dan memotong rumput yang tumbuh liar di sekitar rumah warga."Juga membongkar tangga yang ada di samping masjid, dimana lokasi tersebut akan digunakan untuk tempat parkir kendaraan warga yang akan menjalankan shalat di masjid," yang kerap dipanggil Roni itu menyebutkan, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian warga LDII terhadap lingkungan."Tentu sebagai masyarakat harus berperan serta dalam kegiatan sosial yang positif, apalagi aksi bersih-bersih ini sangat berdampak langsung terhadap kesehatan warga," katanya. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihkan lingkungan sehingga terbebas dari kotoran dan resiko penyakit."Maka menjelang bulan ramadhan area masjid harus bersih, agar masyarakat yang beribadah bisa nyaman dan khusyuk," berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap solidaritas antara sesama masyarakat. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Minggu pagi 20/2 warga Gang Mangga Dalam RT 06 RW 02 Kelurahan Srondol Wetan, Banyumanik Semarang berbondong-bondong melaksankan kerja bakti membangun masjid yang diikuti oleh berbagai kalangan, baik remaja, bapak-bapak, maupun ibu-ibu. Kerja bakti ini selalu dilakukan setiap minggu kurang lebih selama 4 jam, dengan jiwa sosial warga yang tinggi tanpa mengenal tinggi rendahnya kasta dengan semangat warga untuk segera merampungkan pembangunan ini guna menyambut bulan Ramadhan nanti. Di lain tempat, ibu-ibu memasak bersama untuk konsumsi masjid ini diberi nama Masjid Jannatul Kalam yang artinya surga untuk Simbah Kalam, dinamakan Jannatul Kalam karena permintaan dari pemilik tanah yang mewakafkannya atas nama Simbah Kalam yang memiliki maksud sebagai amal jariyah beliau yang sudah wafat. Diharapkan pembangunan masjid yang masih dalam proses ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk warga masyarakat Kelurahan Srondol Wetan dan sekitarnya. By. Fatima Sulistianingrum Lihat Nature Selengkapnya
Semarang - Jauh dari perkotaan, nuansa toleransi antarumat beragama sangat terasa di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Warga di desa ini bergotong royong membersihkan masjid dan kapel yang lokasinya saling berhadapan dan dipisahkan jalan di lokasi, Jumat 25/9, warga mulai membersihkan masjid dan kapel sejak pukul WIB sampai WIB. Umat Kapel Fransiskus Xaverius XVII dan jemaah Masjid Al Muttaqin saling bahu membahu membersihkan dua tempat ibadah saat gotong royong membersihkan tempat ibadah itu, warga Gedong dibagi dalam dua grup. Semua saling membantu membersihkan area tempat ibadah tanpa memandang agama satu dengan yang lain. "Paling tidak sebulan sekali kami secara bersama-sama membersihkan dua tempat ibadah yang saling berhadapan di desa tersebut," kata Kepala Desa Kades Gedong, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Suradi saat ditemui detikcom di lokasi, Jumat 25/9/2020.Suradi menyebut Kapel Fransiskus Xaverius XVII dan Masjid Al Muttaqin dibangun sekitar 1980-an. Selama puluhan tahun juga, masyarakat Gedong juga hidup berdampingan."Selama 30 tahunan di sini tak ada yang namanya konflik. Kami hidup berdampingan dan saling tolong-menolong," Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang bergotong royong membersihkan kapel dan masjid yang lokasinya berdekatan, Jumat 25/9/2020 Foto Akbar Hari Murti/detikcomSuradi menyebut kegiatan gotong-royong membersihkan dua tempat ibadah itu juga untuk menjaga kerukunan. Dia menambahkan selama pandemi Corona, umat Kapel Fransiskus Xaverius XVII tidak beribadah di kapel."Pembersihan bersama dilakukan juga karena kapel sudah tujuh bulan tak digunakan karena COVID-19. Karena sudah berdebu maka kami juga ingin bersama-sama membersihkannya," jelas itu, pendamping iman Kapel Fransiskus Xaverius XVII, Vincencia Kadariyah mengatakan selama pandemi umat diminta beribadah di rumah. Namun, karena lama tidak digunakan warga berinisiatif membersihkan kapel tersebut."Kemudian setelah melihat Kapel kotor, warga bersama-sama ingin membersihkannya. Sekalian kami membersihkan juga masjid yang ada di dekat kami," senada juga disampaikan Imam Masjid Al Muttaqin Gedong, Kiai Ahmad Saifuddin. Ahmad menyebut masyarakat Gedong sangat majemuk namun tetap kompak dalam kebersamaan."Ada yang beragama Islam, Katolik, dan Buddha. Saat bermasyarakat sangat kompak. Tidak ada masalah. Ada kegiatan bersama-sama, saling menyayangi," jelasnya. ams/sip